Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 27 Januari 2012

Tokoh Penerima Nobel Perdamaian

Setiap bangsa di dunia menginginkan terciptanya perdamaian antar bangsa. Tanpa perang, perpecahan, dendam, permusuhan. Banyak orang yang memiliki kepedulian untuk mewujudkan perdamaian dunia melalui berbagai cara dan partisipasi. Dari sekian banyak tokoh yang memperjuangkan perdamaian dunia, artikel berikut akan membahas beberapa tokoh-tokoh yang menerima nobel perdamaian sebagai penghargaan atas usahanya menciptakan kesejahteraan dunia.


Penghargaan Nobel Perdamaian (bahasa Inggris: Nobel Peace Prize; bahasa Swedia dan bahasa Norwegia: Nobels fredspris) adalah satu dari lima Penghargaan Nobel yang diadakan atas permintaan oleh penemu dan industrialis Swedia Alfred Nobel. Penghargaan ini diberikan pada orang yang paling giat melaksanakan hubungan yang bersifat internasional, pendiri pergerakan perdamaian atau berusaha mengurangi atau melenyapkan peperangan.

Tidak seperti Penghargaan Nobel lainnya, Penghargaan Perdamaian Nobel dapat diberikan kepada orang atau organisasi yang masih dalam proses penyelesaian masalah, dan bukan penyelesaian masalah. Dengan begitu, Penghargaan Perdamaian Nobel berbeda dengan seluruh penghargaan Nobel lainnya. Karena hadiah ini dapat diberikan kepada seseorang yang terlibat dalam proses perdamaian yang masih berlangsung.

Berikut ini adalah beberapa tokoh yang menerima Nobel Perdamaian :

1.  Jean Henri Dunant (Penerima Nobel Perdamaian tahun 1901)

Jean Henri Dunant (8 Mei 1828 – 30 Oktober 1910), yang juga dikenal dengan nama Henry Dunant, adalah pengusaha dan aktivis sosial Swiss. Ketika melakukan perjalanan untuk urusan bisnis pada tahun 1859, dia menyaksikan akibat-akibat dari Pertempuran Solferino, sebuah lokasi di bagian Italia. Kenangan dan pengalam`nnya itu dia tuliskan dalam sebuah buku dengan judul A Memory of Solferino (Kenangan Solferino), yang menginspirasi pembentukan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) pada tahun 1863.

Pada tahun 1901, Dunant menerima Hadiah Nobel Perdamaian pertama yang pernah dianugerahkan, yaitu atas perannya dalam mendirikan Gerakan Palang Merah Internasional dan mengawali proses terbentuknya Konvensi Jenewa. Dokter militer Norwegia, Hans Daae, yang pernah menerima satu eksemplar buku tulisan Müller itu, mengadvokasikan kasus Dunant kepada Panitia Nobel. Hadiah tersebut adalah hadiah bersama yang diberikan kepada Dunant dan Frédéric Passy, seorang aktivis perdamaian Prancis yang mendirikan Liga Perdamaian dan yang aktif bersama Dunant dalam Aliansi untuk Ketertiban dan Peradaban (Alliance for Order and Civilization).

Moynier dan Komite Internasional Palang Merah secara keseluruhan juga dinominasikan untuk Nobel, hadiah tersebut perlu segera diberikan kepadanya mengingat usianya yang telah lanjut dan kondisi kesehatannya yang sudah memburuk.

2.   Albert Schweitzer (Penerima Nobel Perdamaian tahun 1952)

Albert Schweitzer  (lahir 14 Januari 1875 – meninggal 4 September 1965 pada umur 90 tahun) adalah seorang teolog, musikus, filsuf dan dokter yang berdarah Alsace. Ia lahir di Kaisersberg, Alsace-Lorraine yang pada waktu itu masih merupakan bagian dari Kekaisaran Jerman. Setelah kemenangan Sekutu dalam Perang Dunia I pada tahun 1918, ia mengubah kewarganegaraannya menjadi Perancis berdasarkan garis keturunan Alsacenya.

Setelah memutuskan untuk pergi ke Afrika sebagai seorang misionaris medis dan bukan sebagai pendeta, Schweitzer pada tahun 1905 mulai studi kedokteran di Universitas Strasbourg. Pada tahun 1913, setelah memperoleh gelar MD-nya, ia mendirikan rumah sakit di Lambaréné di Afrika Equatorial Perancis. Namun pada 1917 dia dan istrinya dikirim ke kamp interniran Perancis sebagai tawanan perang. Dirilis pada tahun 1918, Schweitzer menghabiskan enam tahun berikutnya di Eropa, berkhotbah di gereja tua, memberikan ceramah dan konser, mengambil kursus medis, dan menulis sejumlah buku yaitu On the Edge of the Primeval Forest, The Decay and Restoration of Civilization, Civilization and Ethics, and Christianity and the Religions of the World.

Schweitzer menerima penghargaan Nobel tahun 1952 untuk bidang perdamaian pada tahun 1953 atas ajaran filosofinya mengenai penghormatan yang tertinggi untuk kehidupan (reverence of life atau Ehrfurcht vor dem Leben). Ajaran filosofi ini sangat jelas diterapkannya melalui pendirian dan pengelolaan Rumah Sakit Lambaréné di Gabon, Afrika Tengah bagian Barat.

3.   Martin Luther King, Jr. (Penerima Nobel Perdamaian tahun 1963)

Pendeta Martin Luther King, Jr., Ph.D. (lahir di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, 15 Januari 1929 – meninggal di Memphis, Tennessee, Amerika Serikat, 4 April 1968 pada umur 39 tahun) adalah penerima Nobel, pendeta Baptis dan aktivis HAM warga Afrika-Amerika. Dia adalah salah seorang pemimpin terpenting dalam sejarah AS dan dalam sejarah non-kekerasan pada zaman modern, dan dianggap sebagai pahlawan, pencipta perdamaian dan martir oleh banyak orang di seluruh dunia. Satu setengah dekade setelah pembunuhan terhadapnya pada tahun 1968, Amerika Serikat menetapkan sebuah hari libur untuk memperingatinya, Hari Martin Luther King.

King adalah seorang pendeta di Gereja Baptis Montgomery, Alabama yang berjuang melawan diskriminasi rasial. Ia tidak hanya berjuang melawan diskriminasi orang-orang kulit hitam, tetapi juga menentang tanah milik dan Perang Vietnam. Kebesaran King terutama terletak pada impian tinggi dan gaya spektakulernya sebagai seorang pendeta. Pidatonya dengan judul "Saya Memiliki Impian" pada pawai berbarisnya ke Washington, DC (28 Agustus 1963) membuatnya semakin terkenal. Ia dipuja dengan banyak gelar terhormat. Pada 1963, ia menerima Penghargaan Perdamaian Nobel. Ia ditembak hingga meninggal dunia ketika ia melakukan aksi di Memphis pada 4 April 1968. Guncangan dari kematiannya menyebabkan banyak kerusuhan dan bentrokan di berbagai kota di seluruh Amerika Serikat.

4.   Bunda Teresa (Agnes Gonxha Bojaxhiu ; Penerima Nobel Perdamaian tahun 1979)

Bunda Teresa lahir di Üsküb, Kerajaan Ottoman pada tanggal 26 Agustus 1910 adalah seorang biarawati Katolik Roma keturunan Albania dan berkewarganegaraan India yang mendirikan Misionaris Cinta Kasih (bahasa Inggris: Missionaries of Charity) di Kalkuta, India, pada tahun 1950. Selama lebih dari 45 tahun, ia melayani orang miskin, sakit, yatim piatu dan sekarat, sementara membimbing ekspansi Misionaris Cinta Kasih yang pertama di seluruh India dan selanjutnya di negara lain. Setelah kematiannya, ia diberkati oleh Paus Yohanes Paulus II dan diberi gelar Beata Teresa dari Kalkuta.

Pada 1970-an, ia menjadi terkenal di dunia internasional untuk pekerjaan kemanusiaan dan advokasi bagi hak-hak orang miskin dan tak berdaya. Misionaris Cinta Kasih terus berkembang sepanjang hidupnya dan pada saat kematiannya, ia telah menjalankan 610 misi di 123 negara, termasuk penampungan dan rumah bagi penderita HIV/AIDS, lepra dan TBC, program konseling untuk anak dan keluarga, panti asuhan, dan sekolah. Pemerintah, organisasi sosial dan tokoh terkemuka telah terinspirasi dari karyanya, namun tak sedikit filosofi dan implementasi Bunda Teresa yang menghadapi banyak kritik. Ia menerima berbagai penghargaan, termasuk penghargaan pemerintah India, Bharat Ratna (1980) dan Penghargaan Perdamaian Nobel pada tahun 1979. Bunda Teresa meninggal di Kalkuta, India, 5 September 1997 pada umur 87 tahun. Ia merupakan salah satu tokoh yang paling dikagumi dalam sejarah. Saat peringatan kelahirannya yang ke-100 pada tahun 2010, seluruh dunia menghormatinya dan karyanya dipuji oleh Presiden India, Pratibha Patil.

5.   Nelson Rolihlahla Mandela (Penerima Nobel Perdamaian tahun 1993)

Nelson Mandela (lahir di Mvezo, 18 Juli 1918; umur 93 tahun) dikenal di seluruh dunia sebagai pejuang kemerdekaan melalui kegiatan anti apartheidnya dan kemudian menjadi Presiden Afrika Selatan. Masa kecilnya dihabiskan di Thembu kemudian memulai karier di bidang hukum. Dia juga memiliki nama kehormatan dari klannya yaitu Madiba.

Nelson Mandela aktif sebagai aktivis dan mengikuti African National Congress (ANC) dari tahun 1942. Karena kegiatannya yang antiapartheid, ia menjalani berbagai masa hukuman. Pada 5 Agustus 1962, Mandela ditangkap dan dipenjarakan di Johannesburg Fort kemudian pada 25 Oktober 1962, ia dijatuhi hukuman 5 tahun penjara dan pada 12 Juni 1964, ia dan sekelompok aktivis lainnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Setelah menolak pembebasan bersyarat dengan menghentikan perjuangan bersenjata pada Februari 1985, Mandela tinggal di penjara sampai dibebaskan pada 11 Februari 1990 atas perintah Presiden Frederik Willem de Klerk setelah ditekan oleh seluruh dunia.

Mandela dan de Klerk mendapatkan hadiah Nobel Perdamaian pada 1993. Setahun kemudian, beliau menjabat sebagai Presiden Afrika Selatan dalam masa sekitar 5 tahun (Mei 1994 - Juni 1999) setelah memenangkan Pemilu dan menjadi presiden kulit hitam pertama dengan de Klerk sebagai Deputi presiden

6.   Kofi Atta Annan (Penerima Nobel Perdamaian tahun 2001)

Kofi Annan (lahir di Kumasi, Ghana, 8 April 1938; umur 73 tahun) adalah diplomat asal Ghana yang tampil ketujuh sebagai Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa pada periode 1 Januari 1997 hingga 31 Desember 2006[ untuk dua kali masa jabatan lima tahunan. Pada 1 Januari 2007, ia digantikan Ban Ki-moon.  Ia pernah meraih Penghargaan Nobel Perdamaian pada 2001. Sejak Juni 2007, ia memimpin Aliansi untuk Revolusi Hijau di Afrika, sebuah organisasi yang bertujuan meningkatkan hasil produksi pertanian dan perkebunan di Afrika sekaligus melawan kelaparan, kekurangan persediaan air bersih, dan erosi tanah. Organisasi itu dibentuk tahun 2006 oleh Yayasan Bill dan Melinda Gates serta Yayasan Rockefeller dengan dana bantuan 150 juta USD.

7.   Albert Arnold Gore Jr. (Penerima Nobel Perdamaian tahun 2007)

Albert Arnold Gore Jr (lahir pada 31 Maret 1948 di Washington, D.C.) adalah seorang politikus Amerika Serikat yang menjabat sebagai wakil presiden ke-45 pada masa pemerintahan Presiden Bill Clinton, dari tahun 1993 sampai 2001. Pada tahun 2000 ia mengajukan diri dalam pemilihan presiden AS tetapi dikalahkan oleh George W. Bush dalam sebuah pemilu yang sangat ketat dan kontroversial. Gore memiliki jumlah suara pemilih terbanyak, namun tidak terpilih sebagai Presiden AS karena kalah dari Bush dalam jumlah suara elektoral.

Setelah pemilu 2000, Gore adalah seorang direktur perusahaan ternama AS, Generation Investment Management. Selain itu ia juga duduk dalam badan direksi Apple Computer. Oleh beberapa pihak ia diperkirakan akan mencalonkan diri pada Pemilu Presiden AS 2008. Menurut jajak pendapat Universitas Quinnipiac pada April 2007, ia merupakan sebagai calon terkuat ketiga dari Partai Demokrat setelah Hillary Clinton dan Barack Obama.

Gore dikenal gencar berbicara mengenai masalah perubahan iklim. Ia tampil dalam An Inconvenient Truth, sebuah film dokumenter tahun 2006 peraih penghargaan Academy Award yang bercerita mengenai pemanasan global. Pada 12 Oktober 2007, Al Gore diumumkan sebagai pemenang anugerah Penghargaan Perdamaian Nobel bersama dengan Intergovernmental Panel on Climate Change "untuk usaha mereka dalam membangun dan menyebar luaskan pengetahuan mengenai perubahan iklim yang disebabkan manusia serta dalam merintis langkah-langkah yang diperlukan untuk melawan perubahan tersebut."

8.   Barack Hussein Obama Jr. (Penerima Nobel Perdamaian tahun 2009)
Barack Hussein Obama Jr., atau yang lebih dikenal dengan Barack Obama, lahir di Honolulu, Hawaii, 4 Agustus 1961. Beliau adalah tokoh politik yang sekarang menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat yang ke-44. Barack menjabat sejak 20 Januari 2009 menggantikan George Walker Bush. Sebelumnya ia merupakan Senator Junior dari Illinois dan kemudian menang dalam Pemilu Presiden 2008 pada 4 November 2008. Pada tahun 2009, Obama diumumkan sebagai pemenang anugerah Penghargaan Perdamaian Nobel karena mempromosikan diplomasi internasional untuk memecahkan masalah-masalah internasional.

9.   Ellen Johnson Sirleaf , Tawakkul Karman, & Leymah Roberta Gbowee (Penerima Nobel Perdamaian tahun 2011)

Ellen Johnson Sirleaf (lahir 29 Oktober 1938; umur 73 tahun) adalah Presiden Liberia ke-24. Dia menjabat sebagai Menteri Keuangan di bawah Presiden William Tolbert dari tahun 1979 sampai kudeta tahun 1980. Kemudian, ia meninggalkan Liberia dan memegang posisi senior di berbagai lembaga keuangan. Dia meraih posisi kedua pada pemilu presiden 1997. Kemudian, ia terpilih sebagai Presiden pada pemilu presiden 2005 dan menjabat presiden pada tanggal 16 Januari 2006. Sirleaf adalah perempuan pertama yang hingga saat ini menjabat kepala negara/presiden di Afrika.

Tawakkul Karman (lahir 7 Februari 1979[6]) adalah seorang jurnalis dan politikus Yaman serta anggota senior Al-Islah dan aktivis hak asasi manusia sekaligus pemimpin kelompok "Jurnalis Wanita Tanpa Batas" yang ia dirikan pada tahun 2005. Karman memperoleh perhatian besar di negaranya setelah keterlibatannya sebagai jurnalis Yaman pada tahun 2005 dan pendukung layanan berita telepon genggam pada tahun 2007, yang setelah itu ia memimpin protes demi kebebasan pers. Karman mengadakan protes setiap pekan setelah Mei 2007. Ia kemudian menjadi sosok utama dalam pemberontakan Yaman 2011 yang merupakan bagian dari Musim Semi Arab. Ia dijuluki "Wanita Besi" dan "Ibu Revolusi" oleh rakyat Yaman.

Leymah Roberta Gbowee (lahir 1972) adalah aktivis perdamaian Afrika, yang berperan dalam pergerakan perdamaian yang mengakhiri Perang Saudara Liberia Kedua tahun 2003. 

Ellen Johnson Sirleaf , Tawakkul Karman, dan Leymah Roberta Gbowee dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian  tahun 2011 atas perjuangannya tanpa kekerasan untuk keamanan perempuan dan untuk hak-hak wanita untuk berpartisipasi penuh dalam karyanya membangun perdamaian.




Source :

http://id.wikipedia.org/wiki/Nobel_Perdamaian
http://www.nobelprize.org

0 komentar:

Poskan Komentar