Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 30 Mei 2013

Hadiah Terindah

By: Ekin Njotoatmodjo  Kelas 5D

 

Ramli adalah mahasiswa di sekolah negeri. Setiap hari,ia bekerja sebagai pencuri di jalan jalan yang sepi dan gelap. Ia melakukan aksi pencuriannya bersama teman- temannya.

Pada Hari Ibu, Ramli bingung ingin memberikan sesuatu kepada ibunya. Jika ia memberikan uang atau barang, ibunya pasti tidak senang karena itu berasal dari uang yang haram.

Ramli berjalan di sebuah pemukiman kumuh. Ramli melihat seorang anak mengacak-acak tong sampah. Anak itu menemukan kotak berisi manik-manik bekas dan memberikannya pada ibu anak itu. Ibu anak itu sangat senang menerimanya.

Ramli juga melihat anak perempuan yang mencari kertas bekas. Lalu anak itu menggambar di kertas itu dengan menggunakan krayon bekas yang ia temukan. Anak itu membuat kartu Hari Ibu. Ibu anak itu sangat senang menerimanya.

 Ramli akhirnya pulang ke rumah. Ia memeluk ibunya dan berkata,”Ibu, saya tidak memberikan uang atau barang yang haram. Ibu, saya ingin bertobat. Saya tidak ingin mencuri lagi.” Ibunya pun senang dan berkata,”Hadiah terindah bagi ibu bukanlah soal barang atau uang, tetapi apakah hadiah itu diberikan dengan hati yang tulus. Dan hadiahmu merupakan hadiah terindah yang pernah ibu terima.” 


Dark Greeting

Oleh : Robin Ravisuteja - Grade 8

 

 America Brooklyn. 31st October 2013. 

Exactly 12 am midnight. A fine dry day.Levy’s Apartment. Double storied room number 635. Room in the upper level. Open the door that’s on the most left part of the wall in the hall,and you’ll see me,using a telescope,pointing it to a light place outside. That place has been  lighting up like golden laser for like,these past 7 days,and there are rumors of missing people who vanish mysteriously with a trace of watery,wrinkled peeled skin on top of their house’s rooftops. And that scares me a lot,some of my friends at school has gone missing. But for no reason,I feel that I have to go to the lit up place,to find out why. “And so,faith with no doing is useless...”I remember those words from the Bible. If I happen to pass curfew and caught by policemen,I’m okay,but I feel that I have to go there. So,like a ninja,I sneaked through the hall,out of my room,thankfully my parents are sleeping. Then I went down using the emergency stairs. I finally got out of Levy’s Apartment. Like a boss!

The light just gets bigger and brighter. I walk slowly and carefullly. I don’t see many people in the middle of the road,except for one guy who screams very...zombielike? Maybe because of a disease or something? So I walk slowly and sneakingly to the place. What is this?